Jogja dan AADC2

Flash back dulu, 2002
Generasi 90an yang katanya generasi limited edition ini pasti sudah tidak asing dengan film AADC 14 tahun silam. Pendobrak film bioskop (setelah Petualangan Sherina, thn 2000) yang sempat mati suri cukup lama. Film ini pun diminati banyak anak-anak ABG dijamannya dulu. Dengan bintang film bukan wajah-wajah yang sering sliweran di sinetron tivi jaman dulu dengan harapan punya kualitas akting yang cakep dan tidak membosankan. AADC menghadirkan sebuah kisah cinta sebenernya sih simpel banget dan biasa terjadi dikalangan anak-anak SMA saat itu. Cinta dan persahabatan. Dikemas dengan jalan cerita yang asyik. Alhasil film ini pun benar-benar mendapat tempat dihati masyarakat Indonesia terutama para remaja saat itu yang saat ini sudah jadi mahmud dan pahmud, sepantaranlah/setara dengan para pemain AADC itu sendiri.
Sekarang, 2016
14 tahun bukan waktu yang sebentar untuk bisa bertahan. Tapi buktinya, para fans garis keras AADC ini masih ada. Para tim kreatif AADC2 tidak perlu susah payah 'mencari' penonton karena...., ya itu tadi film ini sudah punya massa yang sangat banyak. Sudah terbukti lagi dari iklan itu kok. Sampai tgl 1 Mei, hampir semua bioskop penuh dan antri. Dibioskop tempat saya nonton, hanya memutar 2 film saja. 5 studio, 1 studio untuk film si kapten sisanya untuk Rangga dan Cinta dan hampir semuanya penuh. JUARA!!!!
Nah.....pengen ngebahas yang lain. Tempat syuting film ini. Yogyakarta. Entah apa alasannya sang sutradara dan yang punya cerita memilih kota ini sebagai tempat syuting. Pasti ada alasannyalah ya. Menurut saya, karena Yogyakarta, kota Jogja itu simpel dan sederhana, dengan sejuta bahkan lebih cerita cinta didalamnya. Mau ngucapin selamat dulu buat Yogyakarta dan sekitarnya sebentar lagi akan lebih rameeeeeeee dari yang sudah-sudah.
Jogja itu sebuah tempat dengan waktu yang berjalan sangat lambat, menurut saya sih. Gak percaya, coba aja ke Jogja. Dalam waktu sehari kamu bisa menyusuri segala sudutnya dari utara ke selatan dari barat ke timur dari sudut mana aja tanpa takut waktumu habis. Dari Jogja tiba-tiba bisa langsung nongol di Gereja Ayam (Magelang). Kebayang aja kalau Rangga dan Cinta tetap ketemuan di Jakarta, dalam waktu semalam gak mungkin dia bisa mlipir-mlipir ke Ancol, trus TMII trus balik lagi ke Monas trus mainan perahu di Sunda Kelapa trus foto-foto di Kota Tua trus nongkrong-nongkrong ngopi di Kemang. Yang ada si Rangga pasti bilang "Maaacceeetttt Cyyiinnnn" Buktinya Cinta gak bisa nyusul Rangga ke bandara, bukan karena macet, tapi sepertinya Cinta salah jalan. Ngapain lewat Antasari? *eh bener gak sih. (kalo salah yaaa maap) Untungnya saja lokasinya hanya di Candi Ratu Boko, sayang pas gak sunset yah, coba pas sunset pasti cakeps. Coba kalau di taman bunga Amaryllis, Gunung Kidul. "Cinta, bunganya jangan diinjak-injak" "Suka-suka gue donk"
Cinta itu tidak harus berakhir tragis seperti kebanyakan cerita yang sudah-sudah. Saran saya, kalau kalian putus sama pasangan kalian, tapi masih pada cinta, tapi susah ngomong, susah ngungkapin, Coba ke Jogja, *eh. Mungkin sudah waktunya katakan cinta dengan surat atau puisi, cuma inget endingnya "Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi" Meleleh lah dengerinnya. Cinta memang harus diperjuangkan, selama cinta itu masih ada dalam diri masing-masing.
Agak gak terima Alya ditiadakan di AADC2 ini, mungkin seharusnya ada cerita lain, lagi ke bulan kek, atau kemana gitu. Sahabat, Tuhan memberikan setiap orang dimuka bumi ini dengan satu atau 2-3 orang malaikat bernama sahabat. Balik ke jaman generasi 90an. Kalian yang dulu pernah punya sahabat saat SMP-SMA kemudian pisah karena kuliah dan kesibukan masing-masing. Sempat surat-suratan via pos. Trus kemudian benar-benar menghilang. Sampai akhirnya terhubung lagi karena teknologi bernama email, SMS, HP sampai yang termutakhir saat ini FB, Path, Twitter dkknya. Siapa sahabat yang kalian hubungi ketika kamu punya HP untuk pertama kalinya, atau siapa sahabatmu yang kamu kirimkan email ketika internet dan warnetnya lagi booming. Berbahagialah kita, saya dan kamu bisa merasakan "keajaiban" terhubung lagi dengan para sahabat di masa kecil dulu. Sorry agak melenceng dr film AADC2 tapi tetap masih ada hubungannya kok, Dimana sahabat itu adalah orang yang tetap ada untuk kita saat kita merasa dunia tidak ingin berteman dengan kita. Orang yang tidak mungkin menyelesaikan masalahmu tapi akan selalu bersedia menemanimu untuk menyelesaikan semua masalahmu. Orang yang selalu punya waktu buat dengerin keluh kesahmu meski terkadang mereka juga punya masalah yang tidak sedikit.
Kesimpulan paragraf diatas
Teman itu apa? seribu orang yang ada disekelilingmu saat kamu senang
Pacar itu apa? Satu didekatmu yang membuatmu lupa seribu orang
Sahabat itu apa? Satu didekatmu saat seribu satu orang melupakanmu
Sudah itu aja, tulisan ngalor ngidul ngetan ngulon dari saya, tentang AADC2 bukan pengamat film sih. Hanya saja film ini punya keistimewaan sendiri. Makanya bisa nulis begini. Semoga berkenan. Yang jelas AADC, JUARA!!!
Komentar
Posting Komentar