Titip Mimpi Untuk Lombok

Dari judulnya saja sudah tersirat, saya masih punya mimpi untuk Lombok. Lombok...., sebenarnya pengen fokus ke Mataram-nya, sebagai ibukota NTB yang terdiri dari 2 pulau Lombok dan Sumbawa. Tapi, mungkin sebagian orang lebih kenal Lombok-nya daripada Mataram sebagai ibukotanya. Saya hanya numpang lahir di Lombok, tapi ikatan batin dengan pulau ini luar biasa kuatnya.  

Sekian tahun saya meninggalkan Lombok, Mataram lebih tepatnya. begitu datang kembali, (hy berkunjung sebentar) sudah banyak perubahan yang terjadi. Yang paling mencolok adalah begitu banyaknya deretan ruko-ruko yang entah siapa yang akan jadi pembelinya.Sebegitu konsumtifkah masyarakat Lombok sekarang? Apakah ini pertanda sebuah kemajuan? Mereka bilang Lombok sudah maju. Apakah berderetnya ruko dan pembangunan Islamic Center yang megah itu adalah pertanda sebuah kemajuan dari Mataram? Sedangkan sampah masih sering dibuang sembarangan dan maling masih banyak berkeliaran.. :)

Kalau kita ke Mataram, dengan naik pesawat, kita akan turun di sebuah Bandara Internasional Lombok. Letaknya di Lombok Tengah, cukup jauh dari pusat ibukota Mataram. Cukup bangga dengan status Internasionalnya. Tapi apa yang kita lihat di Bandara yang katanya Internasional itu, yang merupakan gerbang menuju Lombok.  Sampah,  masih banyak bertebaran, bukan kesan rapi tapi jorok itu pasti.  Belum lagi pedagang asongan yang entah datangnya darimana. Sekedar pencari rejeki. Dan orang-orang yang menjadikan bandara sebagai tempat piknik. Yaaa...ngeliat pesawat naik turun memang suatu hiburan tersendiri bagi masyarakat yang mungkin belum pernah lihat pesawat dari dekat. Sory kalau saya harus bilang gawah. Betapa Lombok itu sangat jauh dari kemajuan. Dan endingnya tetep... habis piknik sisa makanan dibuang aja sembarangan. "Pintu Gerbangnya" aja sudah mencerminkan bagaimana Lombok ini sebenarnya, jauh dari maju.  Mau nyalahin siapa? Konon gosipnya mau di buat sirkuit or sejenis taman hiburan kayak Disneyland ya? Semoga yang saya dengar salah. Kalau benar Kasihan banget sih Lombok.

Dan denger-denger mau ada pembangunan mall lagi di Mataram. Ngantri aja kadang masih gak bisa. Ada yang sudah pernah hitung gak jumlah pengunjung di Mataram Mall, banyak pastilah, sudah pernah hitung ada berapa jumlah transaksi di mall tersebut, banyak juga? Atau ada yang sudah pernah menghitung berapa jumlah transaksi yang terjadi di ruko-ruko yang berderet itu? Kemajuan sebuah daerah menurut saya bukan dari berapa banyaknya ruko dan mall yang bisa dibangun. Nanti ada yang beralasan, mumpung ada investor yang mau berinvestasi di Lombok. Tidak melulu investasi itu harus berupa mall atau pusat perbelanjaan. Atau nanti ada yang bilang, kan bisa buat nambah lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan yang seperti apa? Pelayan di mall? Cleaning service mall? Penjaga parkir mall? Yaaa, gpp sih, kalau memang maunya begitu. Hak anda semua. Tidak bermaksud merendahkan tapi, coba pikir lagi, masak yang punya Lombok cuma jadi pelayan toko, satpam or cleaning service bahkan pedagang asongan. 

Kalau seandainya benar, itu di Lombok mau dibuat sirkuit atau arena bermain sejenis Disneyland, siapa yang akan digusur? Nanti kalau sudah di bangun, lagi-lagi masyarakat Lombok Tengah cuma bisa menjadi "penonton" atas tanah mereka sendiri dan hanya lagi-lagi jadi penjaga sirkuit, tukang bersih-bersih, tukang parkir. Kasihankan. Pernahkah terpikir oleh para pemimpin di Lombok? Jangan memberikan keringanan atau kemudahan dalam hal perijinan pembangunan yang gak jelas keuntungannya buat siapa. Yakin buat rakyat di Lombok? Kok saya gak yakin ya. 

Hey, masyarakat Lombok, tahukah Anda, kalau tanah kita itu sangat-sangatlah subur. Pulau kecil yang memiliki satu Gunung Api tertinggi kedua di Indonesia, sudah pasti tanahnya subur.  Mimpi saya sederhana kok, pengen buat Lombok menjadi mungkin pernah denger istilah Lumbung Padinya Indonesia Tengah, kalau mau seluruh Indonesia, kurang luas pulaunya.. :)  lebih bagus lagi jadi pusat agronomi Indonesia.  Banyak yang bisa dikembangkan di Lombok, tanahnya masih asyik...., bisa ditanami apa aja. Coba deh buat penelitian tingkat kesuburan tanah dan jenis-jenis tanaman apa yang bisa ditanam di tanah Lombok. Saya yakin pasti sudah ada yang pernah melakukannya hanya saja hasilnya hanya menjadi pajangan untuk mempercantik rak buku di perpustakaan kampus. Tidak diaplikasikan. Bukan begitu? Kalau seandainya ini nanti bisa berjalan, biarkan rakyat yang mengelola, jangan semuanya terpusat dipemerintah apalagi sampai ngambil untung dari rakyat sendiri. Pemerintah itu  kerjaannya menyediakan pupuk dan bibit unggul, saluran irigasi dan segala fasilitas yang mempermudah rakyatnya. Jangan jadi tengkulak. Itu sama saja dengan menjajah rakyat sendiri. Padahal anda makan dari hasil keringat mereka. Kalau kebutuhan masyarakat Lombok akan bahan pangan sudah terpenuhi dari tanah Lombok sendiri tanpa bantuan daerah/pulau lain...yuk mari, waktunya menjadi penyedia pangan bagi Indonesia. Bisa kok. 

Itu baru dari Pertanian. Kalau mau tau yang lain, coba di garap lebih serius itu pariwisatanya. Sudahlah saya gak usah banyak omong mau diapakan pariwisata di Lombok. Kalau mau, bisa kok ngalahin Hawaii.  Semua jenis wisata ada di Lombok, wisata pantai dan laut, wisata gunung, wisata budaya, wisata kuliner. Monggo dipilih mau digarap yang mana. Semuanya harus tergarap jangan pilih-pilih.

Kalau itu semua bisa dijalani dengan baik, yakin deh Lombok akan benar-benar pedas. Lupakan itu pembangunan mall dan pusat perbelanjaan yang gak jelas untungnya. Orang banyak datang  ke Lombok itu untuk berlibur, menikmati ketenangan dan keindahan pulau ini. Tidak untuk berkunjung ke mall.  Jangan latah ikut-ikut bangun mall dan pusat perbelanjaan, seperti di kota-kota besar di Indonesia yang hanya bisa menciptakan kesenjangan sosial. 

Semoga teman-teman di Lombok ada yang bersedia mewujudkan mimpi saya ini. Kalau nanti ada yang ngomong, kenapa gak kamu aja yang ngelakuin, jangan hanya bisa nulis doank, dikira gampang apa. Hahaa..., ayolah, Lombok itu bukan punya saya tapi punya kita, kamu dan saya.  Dan saya tidak bisa melakukan itu sendiri.   

Love You, Lombok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Enjoy Jakarta] Bermain Diujung Pelangi (Pulau Tidung)

BAHWA HIDUP ADALAH ....

ARIAH , Ketika Mimpiku Diwujudkan