BERIKAN DENGAN CINTA
"Hi orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lau kamu nafkahkan, daripadanya padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. (al-Baqarah [2]: 267)
Alangkah indah perintah Allah itu. Dia merinci kriteria barang yang layak untuk diberikan kepada orang lain. Bila Anda ingin memberikan sesuatu kepada orang lain, berikan barang yang masih dalam kondisi baik, bukan sebaliknya. Pemberian sesuatu yang masih dalm kondisi baik kepada orang adalah simbolisasi rasa cinta Anda kepada orang itu dan Allah akan membalasnya dengan pahala berlipatganda di sisi-Nya.
Tidak segala sesuatu yang diberikan kepada orang lain diukur dari nilai dan kondisi barangnya. Tetapi cinta menuntun hati dan jiwa agar selalu memberikan yang terbik untuk orang yang dicintai.
Harta dan kekayaan yang kita miliki adalah bukti cinta Allah kepada kita. Dia memberikan kepada kita dalam jumlah besar dan cukup. Dia perintahkan kepada kita untuk mengalirkannya kepada orang lain sebagai ungkapan cinta kita kepada Allah, harta dan orang lain.
Memberi akan memelihara harta dan kekayaan kita agar tetao "segar". Seperti air yang mengalir. Selama air itu mengalir, kesegaran dan kejernihannay akan tetap terjaga. Akan tetapi bila air itu tetap disuatu tempat untuk jangka waktu yang lama, dia akan membusuk dan menjadi sarang nyamuk dan tempat berkembang biak aneka ragam penyakit.
Ada pelajaran berharga dari fenomena alam di wilayah Palestina. Disana ada dua laut. Keduanya memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda. Yang satu dinamakan laut Galilea, yaitu sebuah laut dn airnya yang ernih, bisa langsung diminum. Ikan dan manusia berenang dilaut tersebut. Laut itu juga dikelilingi oleh ladang dan perkebunan yang hijau. Banyak orang mendirikan rumah disekitarnya.
Laut yang yang lain dinamakan Laut Mati. Sifat dan karakteristiknya sungguh sangat sesuai dengan namanya. Segala sesuatu yang ada didalamnya mati. Airnya sangat asin, sehingga kita bisa sakit meminumnya. Didalam laut itu tidak ada ikan dan tidak ada sesuatu pun yang bisa tumbuh ditepiannya. Juga tidak ada yang ingin bertempat tinggal disekitarnya, karena baunya sangat tidak sedap.
Ada hal yang menarik tentang kedua laut itu, yaitu ada satu sungai yang mengaliri keduanya yaitu sungai Jordan. Akan tetapi apa yang membuat sifat dan karakter keduanya berbeda?
Perbedannya adalah Laut Galilea menerima aliran air dari sungai itu kemudian mengalirkannya lagi kearah lain. Sementara Laut Mati, dia hanya menampung air sungai dan tidak mengalirikannya.
Sungai Jordan mengalir ke Laut Galilea dan mengalir keluar dari dasar laut itu. Laut tersebut memafaatkan air sungai Jordan dan kemudian meneruskannya ke laut lain yang juga memanfaatkannya. Sungai Jordan kemudian mengalir ke Laut Mati, namun airnya tidak pernah keluar lagi. Laut Mati menyimpan air sungai Jordan untuk dirinya sendiri. Hal itulah yang membuatnya mati; hanya mau menertima dan tidak mau memberi.
Itu adalah sekelumit pelajaran fenomena alam yang terjadi di Laut Mati dan Laut Glilea
Alam memberikan kita pelajaran, bagaimana menjalani hidup dengan cinta. Mencintai adalah kerelaan memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun. Seorang pecinta sejati adalah orang suka memberi dan hanya mengharap balasan kebaikan dari Allah, tidak dari manusia. Dialam Al-Qur'an, Allah swt. berfirman,
"...kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah sangat mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela..." (al-Maa'idah [5]:54)
Karakteristik suatu kaum yang dicintai Allah adalah mereka mencintai Allah dan mencintai sesama mukmin, serta memiliki sikap yang keras dan tegas terhadao orang-orang kafir. Apa bukti cinta seseorang kepada Allah? Bukti itu tidak lain adalah melaksanakan perintah-perintah Allahswt. yang tertulis didalam Al-Qur'an dan yang dibawa oleh Rasullah saw.
Salah satu tanda cinta adalah Allah menyuruh hamba-Nya untuk menyatakan cinta itu melalui shalat. Terdapat seian banyak ayat di dalam Al-Qur'an yang menyuruh kita untuk mendirikan shalat. Hampir pada setiap perintah mendirikan shalat selalu diiringi dengan perintah memberikan infak dari sebagian rezeki yang kita peroleh.
Kesempurnaan cinta ada pada kemauan dan kerelaan untuk memberi dengan hanya mengharap balasannya dari Allah, dan tidak mengharapkan balasan apapun dari manusia.
Sikap memberi adalah wujud cinta kepada sesama manusia, Allah pun akan mencinta Anda, apaun yang Anda minta kepada-Nya, dengan mudah akan ia kabulkan.
"(yaitu), orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memafkan (kesalahan) orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (Ali 'Imran [3] : 134
Komentar
Posting Komentar