1/2 True Stroy
Dua ekor katak tercebur dalam ember berisi susu. Mereka pun mencoba berenang agar tak tenggelam. Tapi usaha mereka sia-sia karena mereka tak juga bisa keluar dari ember susu itu. Kata pertama menyerah dan menyilangkan kaki pada badannya, lalu tenggelam dan mati. Sedangkan katak kedua tak putus asa. Dia terus berenang, hingga dia merasakan bahwa susu dalam ember secara perlahan menjadi padat. Maka dia pun terus berenang meski tak bisa juga keluar dari ember. Sampai akhirnya susu dalm ember itu berubah manjadi padat dan katak yang pantang menyerah itupun keluar dari dalam ember.
Pemenang terus bergerak dan bertahan dalam kesulitan, pecundang memilih menyerah dan kalah dalam kesulitan.
Kaum pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, sementara kaum optimis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.
Dua orang laki-laki sedang duduk dibangku taman memandangi seekor tupai melompat dari sebatang pohon ke pohon lainnya. Meski terlihat seolah-olah tidak mungkin, karena lompatan itu terlihat seperti bunuh diri, jika melesat maka ia akan mati. Tapi tupai selalu bisa mendarat dengan selamat di setiap cabang pohon dan memanjat ke ranting yang menjadi tujuannya dengan wajah puas.
Laki-laki yang tua berkata pada laki-laki yang muda "Saya sudah melihat banyak tupai melompat seperti itu terutama kalau ada pemangsa didekatnya dan mereka tidak pernah jatuh ketanah. Banyak tupai yang meleset mencapai ranting yang ditujunya, tapi saya tidak pernah melihat ada tupai yang celaka dalam mencobanya."
Kemudian dia tertawa dan berkomentar, "Saya rasa mereka paling tidak harus mengambil satu resiko atau mereka tetap berada disebatang pohon seumur hidup.
Setelah pengalaman itu, setiap kali laki-laki muda itu harus memilih antara mengambil resiko dalam situasi baru atau tetap bertahan, dia membayangkan laki-laki tua di bangku taman yang mengatakan "Mereka harus mengambil resiko kalau tidak ingin melewatkan seluruh hidupnya di sebatang pohon saja." Laki-laki muda ini memikirkan dirinya.... Kalau seekor tupai saja berani mengambil resiko....Apakah saya kalah berani dengan seekor tupai...?
Pemenang terus bergerak dan bertahan dalam kesulitan, pecundang memilih menyerah dan kalah dalam kesulitan.
Kaum pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, sementara kaum optimis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.
Dua orang laki-laki sedang duduk dibangku taman memandangi seekor tupai melompat dari sebatang pohon ke pohon lainnya. Meski terlihat seolah-olah tidak mungkin, karena lompatan itu terlihat seperti bunuh diri, jika melesat maka ia akan mati. Tapi tupai selalu bisa mendarat dengan selamat di setiap cabang pohon dan memanjat ke ranting yang menjadi tujuannya dengan wajah puas.
Laki-laki yang tua berkata pada laki-laki yang muda "Saya sudah melihat banyak tupai melompat seperti itu terutama kalau ada pemangsa didekatnya dan mereka tidak pernah jatuh ketanah. Banyak tupai yang meleset mencapai ranting yang ditujunya, tapi saya tidak pernah melihat ada tupai yang celaka dalam mencobanya."
Kemudian dia tertawa dan berkomentar, "Saya rasa mereka paling tidak harus mengambil satu resiko atau mereka tetap berada disebatang pohon seumur hidup.
Setelah pengalaman itu, setiap kali laki-laki muda itu harus memilih antara mengambil resiko dalam situasi baru atau tetap bertahan, dia membayangkan laki-laki tua di bangku taman yang mengatakan "Mereka harus mengambil resiko kalau tidak ingin melewatkan seluruh hidupnya di sebatang pohon saja." Laki-laki muda ini memikirkan dirinya.... Kalau seekor tupai saja berani mengambil resiko....Apakah saya kalah berani dengan seekor tupai...?
Komentar
Posting Komentar