Saat Detik Semakin Dekat


Ditulis tgl 9 Maret 2011 dan dipublikasikan di blog ini 27 April 2012

Siapa yang tau apa yang akan  terjadi esok. Jika hari ini aku telah memilih sesuatu yang cukup bahkan sangat memberatkan bagiku bukan berarti aku tidak menghargai apa telah diberikan Tuhan untuk ku. Tapi aku berusaha memahami rencanaNya, dengan mengikuti rencana manusia yang sebenarnya belum tentu benar.

Dan hari ini, 9 maret 2011, aku mulai menghitung setiap detik yang berlalu, dan setiap detik yang telah kuperbuat. Dan setiap detik yang telah berlalu. Menghibur diri dengan detik yang telah berlalu, seakan dan terkadang berharap aku bisa berbalik ke detik sebelumnya. Tak akan pernah bisa, bisaku hanya tersenyum dan bersedih jika mengingatnya. Dan selalu berdoa untuk setiap detik yang akan datang. Semoga masih punya harapan.

Pada siapa, aku akan bercerita untuk setiap detik yang siap berlalu.
Maka tidaklah heran jika seorang sahabatku pernah mengirimkan aku sebuah pesan:

19 Februari 2007
kita sering cerita..
lumayan sering maen bareng tapi...
gak banyak banget yang aku tau dari kmu...
mungkin krn aku gak punya jawaban untuk masalah kmu kali yah.....
Gpp koook..
mgkn gak bisa dibagi ke orang laen kali yah??
ada saat nya kmu bisa ky aq..
dimana..
masalah itu gak bisa diPenDam Sendiri...

Haha..., aku masih menyimpannya, tapi tak pernah ku balas
Aku hanya ingin tahu, seberapa kuat aku bisa melewati setiap detik ini, tanpa harus membebani orang-orang tersayang disekelilingku. Apakah aku benar-benar kuat, sekuat sayap lebah yang bisa membawa seekor lebah terbang tinggi  atau hanya..........

Saat detik semakin dekat, berharap bisa untuk memegangnya agar tidak berlalu. Berharap untuk berani menghadapinya dan mencoba jujur mengakui kehidupan ini. Mengelak, tapi semua memang harus dihadapi. Perjuangan baru saja dimulai. Jangan pernah menyerah hanya karena detik yang terus berlalu dan semakin dekat. meski kuakui, aku  belum siap untuk menghadapi detik selanjutnya.

Saat detik semakin dekat, adakah jalan lain yang bisa menjauhinya. Meski, aku tak akan pernah tau seberapa dekat lagi.
Saat detik semakin dekat, saat itu pula aku berharap sebuah keberanian akan muncul dan menemaniku menghadapinya.

Saat detik semakin dekat dan  aku masih bertahan hingga detik ini.
Setiap detik semakin dekat, Jangan pernah berhenti berharap untuk detik yang akan datang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Enjoy Jakarta] Bermain Diujung Pelangi (Pulau Tidung)

BAHWA HIDUP ADALAH ....

ARIAH , Ketika Mimpiku Diwujudkan